Kurikulum BERINDUK (Berbasis Industri dan Komoditas)
Kurikulum BERINDUK (Berbasis Industri dan Komoditas)
SMK yang sejatinya mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja langsung sudah saatnya merenovasi sitem kurikukulumnya. Selama ini kurikulum SMK hanya berbeda tipis dengan SMA yang mempersiapkan siswanya ke jenjang yang lebih tinggi atau perguruan tinggi.
Dalam pengembangannya Kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah, yang berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran. Yang berfokus pada Rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran Cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Adapun penjabaran dari Kurikulum BERINDUK sebagai berikut :
a. Tujuan
Kurikulum BERINDUK ini bertujuan memberikan kebabasan kepada sekolah untuk menentukan sendiri cara pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di industry ataupun komoditas yang ada diwilayah sekolah tersebut.
b. Isi
Kurikulum BERINDUK berisikan budaya kerja atau pekerjaan yang ada di industry atau komoditas yang dirujuk dan dipadukan dengan kurikulum nasional untuk menjaga keseimbangan dengan agama, termasuk ajaran dan nilainya.
c. Bahan Pembelajaran
Bahan pembelajaran diambil dari setiap job rool yang dilakukan oleh karyawan didalam industry atau komoditas tersebut. Dengan hal ini guru akan lebih merdeka untuk merancang bahan ajar tidak lagi terpaku kepada administrasi yang begitu banyak sehingga membuat guru tidak focus mengajar.
d. Cara pembelajaran
Pembelajaran dilakukan dengan perpaduan antara industry atau komoditas local dengan sekolah, mulai dari 30-70, 50-50, dan nantidiharapkan mencapai 70% di industry dan hanya 30% saja disekolah.
Kurikulum BERINDUK ini nantinya diharapkan dapat menurunkan tingkat pengganguran dari tamatan SMK, yang hari ini menjadi penyumbang terbesar Pengangguran berpendidikan diIndonesia.
Mantap...smk hebat
BalasHapus